Pada zaman dulu ada seorang lelaki yang pekerjaanya mencari kayu bakar di hutan. Suatu ketika dengan menggunakan perahu ia tiba di pantai Latuhalat. Tepatnya di ujung tanjung Latuhalat, Dusun Waimahu kemudian ia berjalan mendaki bukit, menuruni lembah naik dan sampailah ia di puncak gunung lalu ia mencari kayu-kayu di situ. Ketika matahari mulai terbenam lalu ia beristirahat, ia hendak menuruni lembah menuju ke pantai. Tetapi hari sudah malam, maka ia menggambil keputusan untuk bermalam di situ.
Life is short, There is no time to leave important words unsaid.
Showing posts with label Short Story. Show all posts
Showing posts with label Short Story. Show all posts
Friday, August 14, 2015
Bulu Pamali
Pada zaman dulu ada seorang lelaki yang pekerjaanya mencari kayu bakar di hutan. Suatu ketika dengan menggunakan perahu ia tiba di pantai Latuhalat. Tepatnya di ujung tanjung Latuhalat, Dusun Waimahu kemudian ia berjalan mendaki bukit, menuruni lembah naik dan sampailah ia di puncak gunung lalu ia mencari kayu-kayu di situ. Ketika matahari mulai terbenam lalu ia beristirahat, ia hendak menuruni lembah menuju ke pantai. Tetapi hari sudah malam, maka ia menggambil keputusan untuk bermalam di situ.
Saturday, March 31, 2012
Kenangan pahit orang tua menjadi jurang pemisah bagi Cintaku
Aku bernama widya, aku mempunyai dua orang adik serta ayah dan ibu yang menyayangiku. Hidupku dan keluargaku di bilang cukup meskipun tidak seperti orang lain, apa pun yang aku mau selau di kabulkan, aku tidak pernah merasa kekurangan. Ketika mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) aku bertemu dengan seorang cowok, Andre. Andre sangat tampan dan rupawan, pertemuan itu pun tidak di sengaja pada waktu itu sedang istirahat aku pergi berbelanja di kantin sekolah, ketika masuk ke kantin aku tidak tahu bahwa Andre mau keluar dan akhirnya kami berdua bertabrakan, aku ingin marah sekali kepada Andre tetepi entah mengapa pada saat menatap dia tubuhku terasa kaku dan jantungku berdebar kencang, aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat itu, lalu kemudian dengan tidak malu-malu, Andre memegang tanganku dan meminta maaf dan hatiku pun luluh dan akhirnya memaafkan si dia sambil kami berdua tersenyum malu. Perekenalan pun berlanjut :
Subscribe to:
Posts (Atom)
