Friday, May 3, 2013

Datangnya sekolah model barat

print this page Print

Selaku blessing in disguise, salah satu buah kolonialisme di negeri kita yang positif ialah rontoknya pendidikan cara feodal itu bagian per bagian oleh hegemoni sistem Barat yang datang di negeri-negeri jajahan.

Pendidikan Barat yang datang itu telah mengalami metamorfosis dari manusia kolektivitas feodal hierarkis ke manusia Renaissance (kelahiran kembali alam filsafati Yunani Antik yang sudah berhasil melepaskan diri dari budaya mitologi dewa-dewi) dan Fajarbudi (Aufklaerung dari yang disebut Kegelapan Abad-abad Pertengahan yang feodal) yang menempatkan manusia tidak lagi hanya sebagai objek kekuasaan para bangsawan.

Tujuan hidup fana tidak lagi hanya selaku persiapan melulu ke dunia akhirat, tetapi dihargai sebagai tujuan intrinsik dan sejati pada dirinya (in sich, in ipso), tanpa harus mengingkari nilai hidup akhirat.

Metamorfosis filsafat manusia dengan konsep dan citra manusia yang manusiawi serta diharapkan semakin manusiawi lagi (humanior) berasal dari pandangan manusia sebagai citra Tuhan (Jadi ko-kreator) dalam bangsa Hibrani, sementara benihnya telah ditanam di Indonesia oleh agama Islam yang berakar sama dengan kaum Nasrani pada iman Nabi Ibrahim, yang nantinya diekspresikan dalam Pancasila (khususnya sila ke-2) yang dikumandangkan oleh Ir. Soekarno, seorang pribadi tokoh yang dalam porsi amat besar adalah pendidikan Barat humanis juga.

* Penulis adalah pemerhati masalah pendidikan, "meninggal dalam tugas" di seminar "Meningkat Peran Buku dalam Upaya Membentuk Masyarakat Indonesia Baru," 10 Februari 1999. Nukilan dari "Saya Ingin Membayar Utang Kepada Rakyat" hal. 98-99. Penerbit Kanisius 1999.