Saturday, May 4, 2013

Meraih Kepenuhan Diri

print this page 
Oleh: Andrias Harefa

Jadilah seperti burung yang istirahat dalam terbangnya, hinggap di ranting yang terlalu ramping, merasakan lenturannya, kenikmatan ayunannya, dan menyanyi. Tahu bahwa ia punya sayap (Victor Hugo)
Meminjam konsep Covey, mereka yang disebut proaktif itu dapat memiliki proaktivitas tinggi karena mengembangkan karunia-karunia Tuhan yang diberikan secara khusus kepada manusia, yakni: kesadaran diri, hati nurani, kehendak bebas, dan daya imajinasi kreatif.
Kesadaran diri adalah kemampuan kita untuk mengambil jarak terhadap diri sendiri dan menelaah pemikiran kita, motif-motif kita, sejarah kita, naskah hidup kita, maupun kebiasaan dan kecenderungan kita--melepas "kaca mata" kita dan melihatnya. Kesadaran ini merupakan fokus dari gerakan penyembuhan, psikoanalisis (Sigmund Freud, dkk.), dan lebih-lebih psikoterapi (Victor, Frankl, dkk.).
Hati nurani menghubungkan kita dengan dengan kearifan jaman dan kebijaksanaan hati, merenungkan prinsip dan praktek, memahami bakat-bakat dan menentukan misi hidup kita. Hati nurani merupakan fokus agama, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, moralitas, dan etika.
Kehendak bebas adalah kemampuan untuk bertindak atau memilih tindakan, kemampuan memberikan tanggapan berdasarkan kesadaran diri, hati nurani, dan visi kita. Kehendak bebas merupakan fokus pendekatan kekuatan kehendak--di mana ada kemauan di situ ada jalan, tiada derita tiada prestasi (no pain no gain).
Imajinasi kreatif adalah kemampuan untuk meneropong keadaan di masa yang akan datang untuk menciptakan sesuatu dalam benak kita, dan memecahkan masalah secara sinergetik. Imajinasi kreatif adalah fokus dari gerakan visualisasi dan kekuatan pikiran--positive thinking (Vincent Peale, dkk.), possibility thinking (Robert Schuller, dkk.), lateral thinking (Edward de Bono), psycho-cybernetics (Maxwell Malzt), Neuro-Linguistic Programming/NLP yang kemudian direvisi menjadi Neuro-Associated Conditioning/NAC (Anthony Robbins, dkk.), dsb.
Empat hal tersebut di atas merupakan karunia Tuhan yang diberikan kepada manusia agar manusia dapat mengalami kepenuhannya sebagai manusia ciptaan Tuhan. Binatang tidak memiliki hal-hal tersebut. Karenanya tidak ada respons kambing, anjing atau monyet sekalipun yang dapat disebut proaktif. Binatang diciptakan sebagai makhluk yang reaktif. Mereka tidak memiliki kesadaran diri (bahwa mereka ada di sini dan kini), tak punya hati nurani (benar salah, etis, dan tak etis tak pernah mereka pikirkan), tak memiliki kekuatan kehendak dan tak mampu berimaninasi secara kreatif (tak dapat berkhayal dan melamun).
KEPENUHAN DIRI TAK DAPAT DIBELI DENGAN HARGA BERAPA PUN TETAPI TERSEDIA GRATIS HANYA BAGI YANG MAU MENGEMBANGKAN KARUNIA TUHAN
Untuk Direnungkan:
- Apakah Anda telah mengalami kepenuhan diri?
- Bagi Anda, pentingkah keempat karunia itu untuk dikembangkan?
- Sejauhmana Anda telah mengembangkannya?
- Bagaimana Anda dapat mengembangkannya dengan optimal?