Wednesday, May 8, 2013

PATTIMURA SENG PERNAH TAU INDONESIA ITU APA !

MOLUCCAS SOVEREIGNTY FRONT (FKM) OF THE REPUBLIC OF THE SOUTH MOLUCCAS (RMS), APRIL 25, 1950 (MUST BE LIBERATED FROM INDONESIA’S OCCUPATION ) 

IS THE WORLD AWARE OF THE FACT THAT RMS IS A LEGITIMATE STATE? 
“A FREE BORN PEOPLE ARE NOT REQUIRED TO SUBMIT TO TYRANNY” 

Kantor Pusat/Head Office, “HOMELAND” Jalan Dr. Kayadoe, No. 71, Lrg. PMI Kudamati Ambon 
Address in exile: 15538 Bellflower Blvd, Apt. B, Bellflower, CA 90706 
Phone: 1 909 363 5677; e-mail: alexanderhmanuputty@yahoo.com 
SHALOM & WASSALAM 

PATTIMURA SENG PERNAH TAU INDONESIA ITU APA ! 
ADA ZAMAN PATTIMURA, 15 MEI 1817 SENG ADA ORANG MIMPI INDONESIA !, 

Basudara Bangsa beta Maluku/Alif’Uru/Ina…, Petinggi Indonesia termasuk guru-guru Indonesia banyak yang sudah kurang waras, mar dong balong sadar jua !. 
Dong bilang bahwa Pattimura berjuang for Indonesia, beta seng makang abis akang sampai sakarang ini, dong putar balik sejarah sampai akang su lia pangkotor, menipu disiang hari bolong mar dong anggap itu wajar-wajar saja,… aneh bin ajaib !...mar katong seng usah herang akang karena SULTAN HAMID II KEPALA NEGARA KALIMANTAN BARAT, JUGA SEBAGAI KETUA BADAN PERMUSYAWARATAN FEDERASI NEGARA-NEGARA BAGIAN pada zaman Dekolonisasi (1945 – kaatas) di Indonesia, telah menyatakan dengan tegas bahwa semua agresi militer/pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh Soekarno dan antek-anteknya dalam Republik Indonesia Yogya dan sekitarnya kepada seluruh Negara Bagian dan Daerah Kependudukan di Indonesia saat itu adalah wajar-wajar saja !. 

Jadi memang dari dolo lai Soekarno deng dia pung turunan langsung maupun tidak langsung su salalu biking hal-hal yang bertentangan dengan hukum positif, dan akang masih bajalang tarus sampai oras ini !... 
Basudara Bangsa Maluku/Alif’Uru/Ina yang berbahagia !,… Beta kasiang lia dong sebenarnya, sebab dong sementara biking barang yang pada akhirnya akan merugikan diri mereka sendiri, dong seng sadar akang, mar katong lia akang adalah sangat jelas, karena apa !, Ya, karena semakin dong bersikeras untuk mempertahankan ketidak -benaran dengan melakukan ketidak-benaran yang disepuh dengan agitasi, intimidasi, terror, agresi militer, dan lain-lain semacamnya, maka semakin keras/nyata pula reaksi penolakan terhadap apa yang mereka kerjakan tersebut,…atau dengan kata laeng bahwa semakin keras dan nyata pula belangnya kelihatan,… 
Grotius dalam bukunya yang terkenal De jure Belli ac Pacis mengatakan bahwa : 
“ Kebangsaan/Warganegara dalam suatu Negara yang mematuhi hukum-hukumnya adalah Kebangsaan/Warganegara yang tidak bodoh alias Pintar”, Warganegara yang melanggar hukumnya sendiri untuk mendapatkan kepentingan Segra, akan menghancurkan kepentingan diri dan anak cucunya di masa depan yang sebenarnya dijamin oleh hukum tersebut apabila tidak dilanggarnya… Jadi Warganegara yang melanggar hukum-hukum Dasar dan hukum bangsa-bangsa juga turut menghancurkan benteng yang menjamin kedamaian masa depan diri sendiri. 

Mari katong lia korelasi dari pengalaman pernyataan ini dengan keadaan Indonesia dewasa ini !,… 
Apabila Republik Indonesia (RI) Yogya dan sekitarnya tidak serakah pada saat itu (Dekolonisasi), maka RI tetap jaya sampai hari ini untuk menjamin kelangsungan hidup anak cucunya, karena hukum-hukum menjaminnya, tetapi karena dia melanggar hukum/constitusi-nya sendiri dan hukum bangsa-bangsa pada saat itu (Perjanjian dekolonisasi) untuk mendapatkan kepentingan segra,… Apa itu kepentingan segra, …tidak lain tidak bukan adalah se-mata-mata Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), alias kepentingan jawa, maka adalah sangat jelas sekali sekarang ini bahwa mereka sementara menghancurkan kepentingan/kedamaian masa depan diri dan anak cucu mereka sendiri,… dengan kata laeng yang popular bahwa apa yang mereka tanam dulu sekarang mereka sementara MEMAKANNYA !, … artinya bahwa apa yang mereka lakukan dulu adalah merupakan BUMERANG bagi diri mereka sendiri sakarang ini… 

Apa yang dikerjakan oleh Republik Jawa dengan antek-anteknya adalah merupakan LINGKARAN SETAN yang mengejar diri mereka sendiri. 

Basudara Bangsa Maluku/Alif’Uru/Ina !, semakin mereka ketakutan kepada Republik Maluku Selatan (RMS) 25 April 1950, maka semakin giat mereka melakukan hal-hal yang melanggar hukum, dan semakin mereka melanggar hukum semakin kuat pula mereka ketakutan,… Hal-hal seperti ini bajalang tarus sampai akhirnya tiba pada suatu JURUS TOBAT , yaitu seng ada obat par akang lai, karena luka semakin parah dan musti diamputasi alias bubar atau mati dengan sendirinya (Negara bubar). 
Pattimura Muda selalu bangkit sejalan dengan Zaman untuk membela kebenaran,… kebenaran yang mana itu eee !, me katong pung kebenaran jua kiooo !, seng bisa Rai kang lai ka,…!. 

Dolo waktu Pattimura,… maka ada banyak paskali Kapitan pembela kebenaran, tetapi bersamaan dengan itu ada Penghianat/Penjilat lai,… akang seng beda jauh dengan sakarang ini,… akang sama sa,… Penghianat/Penjilat juga ada sakarang ini,… Balagak jadi Pahlawan ada juga, mar kesiangan !; sakarang ini Dalih-Dalih dalam perjuangan banyak paskali, ada yang bilang bagini la,…! ada yang bilang bagitu la,… ada yang su bajalang kamuka mar masih menoleh kabalakang,…! Dan ada banyak rupa-rupa cara yang kelihatannya membangun perjuangan namun pada Hakekatnya justru meruntuhkan perjuangan itu sendiri. 
Basudara Bangsa Betaeee !, Kasiang lawang,…ada Kapata bilang bagini : “TIOP API DENG BULU TUNGKU, MANGENTE TAONG DIUJUNG PANGKUKU, KALAU ALE KALESANG MALUKU MARI KATONG SATU PALUNGKU”. 

Basudaraeee, beta pung Berkat yang Tuhan kasih paling Mahal harganya,…Mar beta pung Bangsa pung Penderitaan lebe mahal lai dari beta pung Berkat, apalai beta pung Negara RMS, akang pung Mahaleee, seng bisa bilang akang lai,…Basudaraeee jang kas tinggal beta bajalang sandiri,… mari Katong Satu PALUNGKU jua supaya, katong mau lia sapa itu yang mau malawang PALUNGKU. 

Pattimura deng RMS itu sama, artinya Pattimura itu RMS dan RMS itu Pattimura, karena RMS 25 April 1950 itu adalah Pattimura-Pattimura Muda yang bangkit melawan PENJAJAH INDONESIA/JAWA. 
Pattimura deng Front Kedaulatan Maluku (FKM) itu juga sama; Kalau dolo Pattimura bangkit melawan Penjajah Belanda dengan antua pung PROKLAMASI HARIA (14 butir), maka sakarang FKM bangkit melawan Penjajah Indonesia deng katong pung Deklarasi 18 Desember 2000 kiooo. 

Ana satu tanya par Pattimura,… Tete Patti, Tete biking barang ini par sapa !, Tete bilang : bet biking kang par ale dong sakarang ini dan untuk salamanya !!!. 
Basudara Alif’Urueee, bet rasa Indonesia/Lucifer abis di SBY pung tangan kapaeee, karena Besi seng bisa bersatu deng Tanah Liat. 

“PATTIMURA = RMS = FKM” 
“KATA SUMBU DI PALITA, TAMBAH MINYAK JANGAN MATI 
KATA SUNGGUH BETA CINTA, CINTA MALUKU SAMPAI MATI” 

Selamat merayakan hari bersejarah Maluku, Hari Pattimura 15 Mei 1817 – 2010, Tuhan Yesus Sayang katong Samua. 

FKM – RMS 
PEMERINTAHAN TRANSISI 
HORMAT BETA 

TERTANDA 

DR. ALEXANDER H MANUPUTTY 
PENYELENGGARA EKSEKUTIF 

print this page Print